Mengenang Momen Emas Hut Ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional: Torehan Prestasi Gemilang Heri Untoro untuk SMA N 1 Turi

TURI – Gema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 memang telah berlalu, namun kebanggaan yang menyelimuti SMA Negeri 1 Turi masih terasa sangat hangat. Sebuah catatan emas berhasil ditorehkan oleh Heri Untoro, S.Pd., M.M., yang membuktikan bahwa dedikasi seorang pendidik melampaui tugas mengajar di dalam kelas.

Sosok yang menjabat sebagai Guru Seni Budaya sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan ini sukses memborong dua penghargaan bergengsi dalam kurun waktu satu pekan. Pak Heri demikian panggialan akrab di sekolah, meraih Juara 3 AGP Guru Porsenijar di Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada 4 hingga 6 November 2025. Tak berhenti di situ, ia kembali meraih Juara 2 Kategori Guru SMA/SMK Lomba Anugerah Guru Prima Tingkat DIY yang dilaksanakan pada 7 November 2025 di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Yogyakarta.

Esensi dari ajang ini merupakan wadah bagi PGRI dan Balai Tekkomdik untuk memberikan ruang bagi guru berprestasi dalam hal penyusunan karya tulis, portofolio, dan rekam jejak selama tiga tahun. Penilaian dilakukan sangat komprehensif, mencakup prestasi lomba yang pernah diikuti, pengabdian masyarakat atau organisasi, termasuk peran sebagai guru pamong. Proses diawali dengan seleksi secara daring (online), hingga akhirnya peserta yang lolos diuji langsung melalui presentasi ide inovatif di depan tim penilai.

Inovasi karya Pak Heri yang membawanya menangkan dua kejuaraan sekaligus adalah best practice yang berjudul “Bingung menjadi Sumber Ide dan Krativitas Berkarya Seni Rupa Judul yang sangat menarik ini terisnpirasi dari kegelisahannya menghadapi murid-murid gen Z, yang hidup di era digital ini ketika dihadapkan pada tugas membuat karya.

“Setiap kali diberikan tugas, siswa cenderung langsung membuka ponsel untuk mencari inspirasi di internet. Artinya, mereka hanya menjadi pengikut (followers) dan bukan pencipta tren (trendsetter),” ungkap Pak Heri. Melalui karyanya, ia menekankan bahwa kebudayaan lahir dari tantangan, dan rasa bingung justru merupakan gerbang awal menuju kreativitas orisinal.

Apresiasi Sekolah kepada guru berprestasi sesuai dengan tag line pada Hari Guru Nasional yaitu, “Guru Hebat, Indonesia Kuat” Pihak SMA Negeri 1 Turi pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Tepat pada upacara peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2025, Pak Heri menerima piagam penghargaan serta ucapan selamat secara langsung dari Kepala SMA Negeri 1 Turi di hadapan seluruh peserta upacara.

Prestasi yang diraih Pak Heri ini menjadi bukti nyata aplikasi dari tagline “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Hal ini menunjukkan bahwa guru adalah fondasi utama kemajuan bangsa; melalui guru yang terus belajar dan berinovasi, kualitas generasi penerus akan ikut terangkat.

Harapan terbesar dari prestasi yang diraih adalah kepada murid-murid kebangganya, melalui keteladannya mampu menanamkan jiwa kompetisi Kemenangan ini kini menjadi suntikan semangat baru bagi warga sekolah. Prestasi tersebut diharapkan mampu menciptakan efek domino yang positif, di mana guru dan siswa kian semangat mengikuti berbagai kompetisi.
“Motivasi saya sebenarnya untuk siswa. Tantangan saat ini adalah peluang yang sedikit, sedangkan yang mencari sangat banyak. Maka, jiwa kompetisi harus terasah agar kita menjadi yang terbaik agar dipilih,” tegas Pak Heri. Beliau meyakini bahwa tantangan utama para murid ada pada diri mereka sendiri. Semangat inilah yang kini menular ke seluruh lingkungan sekolah, mendorong para guru untuk terus berinovasi dan para siswa untuk berani tampil di panggung prestasi.

You may also like...