Menyambut Hari Jadi ke-271 DIY, SMA Negeri 1 Turi Gelar Kirab Budaya “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”

SLEMAN – SMA Negeri 1 Turi kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang responsif dan berbudaya. Pada Jumat (13/2/2026), sekolah ini sukses menggelar Kirab Budaya yang meriah. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan tindak lanjut nyata atas Surat Edaran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Nomor: B/400.14.1.1/124/D14 tertanggal 10 Februari 2026. Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta, SMA Negeri 1 Turi bergerak cepat menerjemahkan arahan provinsi tersebut melalui kegiatan yang edukatif dengan tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”.

Seremonial pembukaan Kirab Budaya diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian latar belakang kegiatan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang memaparkan bahwa agenda ini merupakan wujud implementasi visi SMA Negeri 1 Turi dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya. Memasuki acara inti yang dinantikan, Yaitu arahan Kepala SMA Negeri 1 Turi, Bapak Sri Sunardiyanto, S.Pd., M.Pd. sekaligus membuka acara Kirab Budaya. Kepala SMA Negeri 1 Turi, Bapak Sri Sunardiyanto, S.Pd., M.Pd., memberikan arahan tegas. Beliau menekankan bahwa partisipasi sekolah dalam agenda provinsi ini harus dibarengi dengan etika. “Mari kita laksanakan arahan dinas ini dengan sukacita namun tetap beradab. Jaga sopan santun dan keselamatan di jalan raya, tunjukkan wajah santun SMA Negeri 1 Turi kepada masyarakat,” pesan beliau. Untuk memastikan kelancaran teknis sesuai standar, Ibu Sri Winarti selaku koordinator juga memberikan penjelasan detail mengenai rute perjalanan yang aman.

Tepat saat barisan mulai bergerak, jalanan di sekitar Turi berubah menjadi panggung budaya yang hidup. Barisan kehormatan diawali oleh keluwesan para penari murid SMA Negeri 1 Turi, disusul oleh derap langkah gagah pasukan Bergodo yang membawa tombak khas Yogyakarta, serta iringan rombongan yang membawa perangkat kesenian Jatilan yang memukau. Seluruh murid didampingi wali kelas berjalan tertib mengenakan busana adat Gagrag Ngayogyakarta. Kreativitas murid benar-benar diuji untuk tampil maksimal dengan anggaran efisien. Hasilnya luar biasa; berbagai atribut unik seperti miniature gunungan yang tersusun dari hasil bumi dan sanck kesukaan para murid, miniatur Tugu Jogja, dan properti seni lainnya berarak indah membelah keramaian.

Masyarakat sekitar menyambut iring-iringan ini. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut melalui video ponsel mereka, menjadi bukti bahwa SMA Negeri 1 Turi mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus edukasi bagi lingkungan sekitar. Kemeriahan berlanjut di sekolah dengan panggung pentas seni. Tarian dan lagu daerah yang disajikan para murid berbakat menjadi penegas bahwa murid SMA Negeri 1 Turi memiliki kepedulian tinggi pada kelestarian budayanya.

Acara ditutup dengan nuansa kekeluargaan dan religius menyambut bulan suci Ramadhan. Bapak Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara, dilanjutkan pengumuman kegiatan Ramadhan oleh Wakasek Kemuridan, dan ikrar saling memaafkan yang dipimpin oleh Ketua OSIS. Sebagai puncak apresiasi atas kekompakan dan kreativitas murid, sekolah memberikan penghargaan kepada kelas terbaik berdasarkan penilaian juri:

• 🏆 Juara I: Kelas F2.4
• 🏆 Juara II: Kelas E2
• 🏆 Juara III: Kelas F1.1
• ⭐ Juara Favorit: Kelas E1

Melalui sinergi antara arahan Dinas Pendidikan DIY dan kreativitas sekolah, SMA Negeri 1 Turi membuktikan diri sebagai sekolah yang siap mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan mencintai budayanya.

You may also like...